Home / Berita LDII / LDII UNTUK BANGSA

LDII UNTUK BANGSA

Jakarta 10/10. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rakernas tahun 2018 yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari tingkat Dewan Perwakilan Wilayah (Provinsi) dan Dewan Perwakilan Daerah (Kabupaten/kota). Acara ini juga acara juga dihadiri oleh pengurus DPP, Peninjau, Pondok Pesantren dan sekolah naungan ldii, dan juga pimpinan lembaga negara. Presiden Joko Widodo membuka rakernas ldii 2018 ini.

“Acara ini sangat strategis karena bertepatan dengan tahun politik. Untuk itu, kami menggelar Rakernas untuk mengumpulkan aspirasi dari bawah Justru ini waktu yang baik bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam.

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dan negara yang besar, yang menyimpan perbedaan yang besar, indonesia memiliki 714 suku, 1.500 bahasa, dan keragaman suku dan budaya. Bandingkan negara ini dengan negara lain, terlihat betapa Indonesia bangsa yang besar. Namun ingat, ancaman perbedaan juga besar,” ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan jangan sampai bangsa ini pecah belah hanya karena perbedaan Pilkada, Pileg, dan Pilpres,kerukunan antar sesama warga negara harus tetap terjalin itu yang bisa membuat negara ini kuat.  maraknya berita dimedia online sebagai berita hoax, dan fitnah hanya dapat memecah belah bangsa ini,” ujar Jokowi

Era indutri 4.0 merupakan era yang sangat dinamis perubahannya. Pasalnya, sejak revolusi industri pertama, telah terjadi 3.500 perubahan dalam industri 4.0. Mulai dari kecerdasan buatan, otomatisasi robot, cryptocurrency, bitcoin, hingga virtual reality, dan 3D printing, “Meskipun luar biasa, membuat pekerjaan makin cepat namun membawa dampak negative pula. Untuk itu, kita harus mempersiapkan bangsa Indonesia mengantisipasi sekaligus memanfaatkan kecanggihan teknologi di era industri 4.0,” papar Jokowi.

Bagi pengusaha, industri 4.0 menguntungkan karena dapat menekan biaya produksi. Namun dari sisi penyerapan tenaga kerja, bisa merugikan masyarakat. Untuk itu bangsa ini perlu mengantisipasi.

Di samping itu, tekanan dari negara lain membuat ekonomi Indonesia terimbas, karena negara-negara kini sudah tak berbatas. Jokowi menyontohkan ekonomi Indonesia sangat terpengaruh oleh kebijakan negara lain, kebijakan Bank Federal, bahkan kebijakan ekonomi negara lain bisa mempengaruhi Indonesia. Untuk itu, menghadapi negara yang sudah tak memiliki batas, pembangunan karakter menjadi sangat penting. Bangsa Indonesia harus menjaga nilai, tata krama, etika, dan sopan santun agar tak ikut terimbas efek negative dari fenomena global.

Tokoh nasional yang ikut hadir adalah capres letnan Jenderal (purn) H. Prabowo Subianto yang juga memberikan materi dan pembekalan kepada peserta rakeenas ldii 2018 ini.

Rakernas LDII Usulkan 8 Bidang Pembangunan

LDII dalam Rakernas mengusulkan delapan bidang pembangunan yang bisa dijadikan titik fokus pembangunan nasional, “Kami mengusulkan kepada pemerintah, karena kami telah melaksanakan delapan bidang pembangunan tersebut,” imbuh Abdullah Syam.

Delapan bidang itu, pertama, yakni penguatan wawasan kebangsaan (Bidang Kebangsaan) yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah yang menjadi payung dalam pembangunan. Kedua, bidang dakwah, LDII dalam dakwahnya fokus dalam membentuk manusia yang profesional religius, yakni masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas. Mereka bisa berprofesi apa saja namun juga memiliki religiusitas yang tinggi.

Ketiga, bidang pendidikan, LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang Tri Sukses, yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri. Sekolah-sekolah di LDII umumnya digabungkan dengan pesantren-pesantren.

Keempat, bidang ekonomi syariah, untuk penguatan ekonomi kerakyatan dengan memelopori koperasi syariah, BMT, dan Usaha Bersama (UB). Kelima, bidang kesehatan dan herbal, DPP LDII mendorong warga LDII memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternative pengobatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Obat herbal juga membantu masyarakat saat harga-harga obat menjadi mahal.

Keenam, bidang ketahanan pangan, LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul. LDII mendorong warganya untuk melakukan konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan target zero waste. Di pesantren LDII, air wudhu digunakan untuk memelihara lele dan menyiram tanaman pangan, untuk dikonsumsi para santri. Di tingkat rumah tangga, sampah organik digunakan untuk pupuk tanaman. Serta mendaur ulang sampah-sampah dalam bank sampah maupun dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

Ketujuh, bidang energi terbarukan, LDII mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024. Pesantren di lingkungan LDII telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan dalam skala industri, warga LDII memanfaatkan mikrohidro.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital. Warga LDII telah menggunakan digital printing, kecerdasan artifisial, dan berbagai software untuk memudahkan pekerjaan dan transaksi. LDII juga membekali warganya dengan etika media sosial dan pelatihan jurnalistik, untuk menghindari hoax dan menyebarkan informasi positif

About Rasidi

Check Also

Mencetak Generasi Unggul dengan FAS (Festival Anak Sholih)

  Sumenep, 29 september 2019 bertempat di halaman kantor DPD LDII Kabupaten Sumenep jln. Arya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *